Sejarah Madrid dan Barcelona

Madrid vs Barcelona, berseteru bersaing ketat dalam liga sepak bola di negeri matador. Ketika Islam berkuasa di Andalusia, Madrid dan Barcelona menjadi seteru juga, Madrid adalah wilayah Muslim, sedang Barcelona adalah buffer atau benteng perbatasan dan penyangga dari kerajaan Frank. Tragedi berdarah terjadi saat penaklukan Barcelona masuk dalam naungan cahaya Islam.

Madrid dari bahasa arab al-Madjrit. Nama ini disematkan oleh umat Islam pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah. Merujuk pada Oliver Asin, seorang sejarawan, Madjrit ini pada mulanya adalah sebuah kota kecil di perbatasan yang didirikan oleh Dinasti Umayyah pada abad ke-9.
Sedangkan Barcelona adalah ibukota Catalonia pada awalnya adalah basis pertahanan kerajaan Frank untuk menahan masuknya tentara Islam, suatu peristiwa getir ketika pasukan Muslim menyerbu Barcelona.

Ilmuwan terkemuka yang dilahirkan Madrid selama awal Abad Pertengahan adalah Abu al-Qasim Maslamah bin Ahmad al-Majriti (wafat tahun 1007). Ia seorang astronom, ahli kimia, dan matematika.

Ide Pesawat terbang pertama

Dalam legenda Yunani, dikisahkan tokoh mitos Ikarus putra Daedalus yang berhasil terbang dengan sayap rakitan sederhana (berbahan bulu dan lilin) tetapi akhirnya jatuh ke laut karena ia terbang terlalu dekat dengan matahari sehingga lilin sayapnya meleleh.

Di Andalusia muncul ilmuwan eksentrik Abbas Ibnu Firnas. Ia hidup pada abad ke-9, enam ratus tahun lebih dulu sebelum Leonardo Da Vinci (abad ke-15).  Abbas adalah seorang yang jenius dan nyentrik itu mewujudkan impiannya untuk bisa terbang. Dan menjadi awal muasal ilmu kedirgantaraan.

Menurut John Hill dalam Andalucia: A Cultural History (2008),  Abbas diperkirakan lahir pada tahun 810 di Izn-Rand Onda, Andalusia. Semasa hidupnya, ia dilingkupi kemeriahan peradaban Islam di negeri tersebut. Abbas tumbuh sebagai penyair sekaligus ahli matematika, fisika, kimia, dan teknik.

Abbas pernah membuat jam air yang dinamai Al-Maqata dan kaca berbahan pasir. Menurut Ana Ruiz dalam Vibrant Andalusia: The Spice of Life in Southern Spain (2007), “Ia juga membuat kompilasi tabel gerak planet. Ia begitu kreatif dan serba bisa. Abbas punya reputasi sebagai seorang yang eksentrik dengan bermacam minat dan penemuan.”

Dalam kiprahnya yang luas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Abbas punya satu sumbangan cemerlang yang diakui secara luas, termasuk oleh dunia Barat.

“Pada tahun 852, ia melompat dari menara masjid dengan jubah besar. Beberapa orang menganggapnya sebagai parasut pertama,” tulis John Hill. Menurut tulisan Steve Pitt, dalam Day of the Flying Fox: The True Story of World War II Pilot Charley Fox (2008), percobaan gila itu membuat Abbas luka parah, tetapi nyawanya selamat.

Abbas tidak puas. Ia kemudian membuat “mesin” terbang sederhana berupa sayap berangka kayu: sebuah glider. Alat itu ia ciptakan berdasarkan pengamatannya terhadap burung-burung.

“Pada tahun 875, ketika berumur 65 tahun, Abbas lepas landas dari sebuah bukit kecil dekat Kordoba dengan mengendalikan secara sederhana glider bersayap yang melayang beberapa ratus meter sebelum berbalik ke tempat peluncurannya untuk mendarat, di mana kemudian ia terjungkal,” tulis John Hill.

Abbas sadar bahwa ia telah melupakan satu urusan penting: burung terbang tak hanya menggunakan sayap, tetapi juga ekor. Maka, ia melengkapi glider-nya dengan ekor. Rupanya, penambahan itu memudahkan Abbas mengendalikan glider sekaligus melakukan pendaratan. Ia juga memperbaiki bentuk parasutnya sehingga alat itu mengurangi kecepatan jatuh pemakainya secara signifikan.

Abbas menginspirasi ahli penerbangan Inggris pada abad ke-11, Eilmer of Malmmesbury. Demikianlah ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, setiap temuan mengandung temuan-temuan sebelumnya, baik yang berhasil maupun yang gagal.

Nama Abbas ibnu Firnas kini diabadikan sebagai nama bandara di kota Baqdad, Iraq: Ibn Firnas Airport. Di sana, ada patung dirinya yang mengenakan sayap. Abbas juga diabadikan sebagai nama kawah di bulan oleh lembaga antariksa Amerika, National Aeronautics and Space Administration (NASA), dengan nama Armen Firman.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *