Negeri Matahari Terbenam Maroko

Maroko atau Maghrib (al-Mamlakah al-Magribiyah), adalah Kerajan Islam di kawasan Afrika Utara; Ibu kotanya Rabat dari kata ar-Raba atau ar-Riba yg berarti tempat berbenteng, Maroko di kenal juga dengan Negara seribu benteng.

Orang Arab menyebutnya Al-Mamlaka Al-Maghribiya atau Kerajaan Barat. Para ahli sejarah dan geografi Muslim di era kekhalifahan Islam menjulukinya al-Maghrib al-Aqsa. Sedangkan orang Turki memanggilnya Fez. Orang Persia mengenalnya Marrakech (Tanah Tuhan). Beragam nama itu disandang negara yang kini dikenal dengan nama Maroko.

Masuknya Islam ke Maroko

  1. Ajaran Islam tiba di Maroko pada 683 M. Adalah pasukan yang dipimpin Uqba Ibnu Nafi (Dinasti Umayyah) yang kali pertama membawa ajaran Islam ke wilayah itu. Islam benar-benar menguasai Maroko pada tahun 670 M.
    Namun, ada pula yang menyebutkan ekspansi Islam ke Maroko dimulai ketika negeri itu ditaklukan pasukan pimpinan Musa bin Nusair pada masa Al-Walid I bin Abdul Malik (705-715) – khalifah keenam Dinasti Umayyah. Pada saat itu, pasukan tentara Islam menyebut wilayah itu dengan nama Maghreb Al-Aqsa atau Far West. Sejarah panjang kehidupan beragama masyarakat Maroko, yang sangat plural mulai dari Sunni, dan Syiah, begitupula aliran-aliran sufistik. Maroko yang menganut sistim kerajaan yang mempunyai penduduk sekitar 98% beragama Islam.
  2. Maroko mempunyai peran penting dan strategis dalam sejarah Islam, terutama dalam penyebaran Islam di wilayah Afrika Utara, dan pintu gerbang masuknya Islam ke Spanyol, Eropa. Gubernur kala itu Thariq bin Ziyat sebagai tokoh utama masuknya Islam ke Eropa, terabadikan sekarang sebagai nama selat Gibraltar.
  3. Pergantian kekuasaan dari satu dinasti kedianasti lainnya sangat berpengaruh dalam sejarah sosial umat Islam di Maroko, sejak masa Bani Umayyyah, Bani Abbasiyah, Dinasti Fatimiah, Idrisid, Murabitun, Muwwahiddun.

 

Pasca runtuhnya Dinasti Al-Mu wahhidun, Maroko dikuasai beberapa inasti seperti; Dinasti Marrin, Dinasti Wattasi (1420-1554 M), Syarifiyah Alawiyah (1666 M), Abdul Qadir Al- Jazairy (1844 M), dan Sultan Hasan I (1873 M1894 M). Pada abad 20, Maroko berada di bawah kekuasaan Prancis, se belum akhirnya merdeka pada 18 November 1956.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *