Anatomi Perdarahan Hidung

Epistaksis adalah perdarahan akut yang berasal dari lubang hidung atau nasofaring. Walaupun demikian, epistaksis bukan merupakan suatu penyakit, melainkan gejala dari penyakit lain yang kebanyakan ringan dan dapat berhenti sendiri. Tetapi bila merupakan epistaksis berat maka ini merupakan masalah kegawatdaruratan yang bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani. Oleh karena itu perlu bagi kita untuk mengetahui anatomi dari hidung manusia beserta fungsi-fungsinya secara lebih dalam.

Anatomi Hidung

Anatomi Hidung manusia terdiri dari 2 bagian besar yaitu :

  1. Hidung Luar
    Hidung bagian luar menonjol pada garis tengah antara pipi dan bibir atas. Struktur hidung luar terbagi atas 3 bagian, yaitu :
    a. Atas : Kubah tulang yang tidak bisa digerakkan
    b. Tengah : Kubah tulang kartilago yang bisa sedikit digerakkan
    c. Bawah : Lobulus hidung yang mudah digerakkanHidung luar dibentuk oleh kerangka tulang dan tulang rawan yang dilapisi oleh kulit, jaringan ikat dan beberapa otot kecil yang berfungsi untuk melebarkan atau menyempitkan lubang hidung.
    Kerangka tulang terdiri dari :
    – Tulang hidung
    – Porsesus frontalis os maksila
    – Prosesus nasalis os frontalKerangka tulang rawan terdiri dari :
    – Sepasang kartilago nasalis lateralis superior
    – Sepasang kartilago nasalis lateralis inferior (kartilago ala mayor)
    – Tepi anterior kartilago septum
  2. Hidung Dalam
    Bagian hidung dalam terdiri atas bagian yang terdapat antara os internum di sebelah anterior hingga ke koana di posterior, yang memisahkan rongga hidung dengan nasofaring. Kavum nasi dibagi oleh septum. Tiap kavum nasi mempunyai 4 dinding, yaitu medial, lateral, inferior dan superior.Pada dinding lateral terdapat 4 buah konka. Yang terbesar dan letaknya paling bawah adalah konka inferior, yang lebih kecil adalah konka medial, yang lebih kecil lagi adalah konka superior dan yang paling kecil adalah konka suprema.Diantara konka inferior dan dasar hidung terdapat meatus inferior. Diantara konka media dan konka inferior terdapat meatus medial dan disebelah atas konka media terdapat meatus superior.

 

Anatomi Pembuluh Darah Hidung

Hidung dialiri darah oleh arteri karotis interna dan arteri karotis eksterna. Bagian atas rongga hidung dialiri darah oleh arteri etmoidalis anterior dan posterior yang merupakan cabang dari arteri oftalmika dan arteri karotis interna. Bagian bawah rongga hidung dialiri darah oleh cabang arteri maksilaris interna, diantaranya yaitu ujung arteri palatina mayor dan arteri sphenopalatina. Bagian depan hidung dialiri darah oleh cabang dari arteri fasialis.

Anatomi perdarahan hidung

Pleksus Kiesselbach merupakan anastomosis dari arteri etmoidalis anterior, arteri palatina mayor, arteri sphenopalatina dan arteri labialis superior yang terletak di anterior rongga hidung. Pleksus Kiesselbach letaknya superficial dan tidak terlindungi sehingga mudah cedera.

Perdarahan poterior berasal dari pleksus Woodruff yang terletak di rongga hidung bagian belakang atas atau konka media yang merupakan anastomosis dari arteri sphenopalatina dan arteri etmoidalis posterior.

Plexus Kiesselbach dan Plexus Woodruff

 

Tipe-tipe Epistaksis

Berdasarkan lokasinya, epistaksis dapat dibagi atas :

  • Epistaksis anterior
    Merupakan jenis epistaksis yang paling sering dijumpai, terutama pada anak-anak dan biasanya dapat berhenti sendiri. Perdarahan ini bersumber dari pleksus Kiesselbach (Little’s area). Dapat juga berasal dari arteri etmoidalis anterior. Daerah ini rentan terhadap kelembapan udara dan trauma. Akibatnya dapat menyebabkan ulkus, ruptur atau kondisi patologik lainnya yang selanjutnya akan menyebabkan perdarahan.
  • Epistaksis posterior
    Epistaksis posterior dapat berasal dari arteri sfenopalatina dan arteri etmoidalis posterior. Pendarahan biasanya hebat dan jarang berhenti dengan sendirinya sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit. Sering ditermukan pada pasien lebih tua dengan hipertensi, arteriosklerosis atau penyakit kardiovaskuler lainnya.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *